Thursday, May 2, 2013

Festival lampion warnai semarak Imlek di Taiwan




















OLEH AMNA AFGANURISFA, Mahasiswa Magister Psikologi Asia University dan Asisten Dosen Psikologi pada FK Unsyiah, Taichung-Taiwan

Festival lampion di Taiwan“GONG XI FA CAI” ini kata-kata yang sangat familiar yang kita dengarkan dan kita baca ketika perayaan tahun baru Cina. Di setiap negara yang memiliki masyarakat Cina, pasti perayaan tahun baru Cina akan menghiasi setiap ibu kota di negara tersebut.

Sama halnya dengan yang saya alami sekarang. Taiwan, yang merupakan bagian dari Republik Cina ini, otomatis perayaan tahun baru Cina sangat kental terasa. Salah satunya ditandai dengan  hari libur lebih kurang selama 15 hari, ini merupakan hari libur terpanjang dalam budaya Cina.

Di musim dingin ini dengan cuaca yang masih jauh dari kata-kata “hangat”, meskipun demikian masyarakat Taiwan tetap semangat dan meriah dalam menyambut pergantian tahun baru tersebut. Meski sebelumnya mereka harus berlatih dalam cuaca sangat dingin. Semangat ratusan masayarakat Taiwan tidak melemah. Mereka melahap semua sesi latihan dengan semangat. Pekikan suara semangat tergambar jelas keluar dari lisan mereka. Salut!! Faktor cuaca yang ekstrim tidak menghentikan laju semangat mereka dalam merayakan tahun baru Chinese new year.

Tepat tanggal 10 februari 2013, malam pukul 20.00 waktu Taiwan, rakyat di seluruh Taiwan larut dalam perayaan tahun baru Cina. Letusan dan warna-warni kembang api menghiasi setiap sudut Negara Taiwan. Pesta kembang api yang meriah megah dan penuh kegembiraan itu akan menandai awal tahun baru yang lebih baik.

Kali ini adalah Imlek 2564 dan mulai hari ini memasuki Tahun Ular Air. Kebanyakan orang China menghabiskan Sabtu malam dengan memanggang daging, memasang kembang api dan bercengkerama dengan anggota keluarga. Sehingga tak ayal pemandangan “mudik” layaknya di Indonesia ketika menjelang perayaan lebaran pun terjadi, lonjakan penumpang terjadi di negara ini.

Mereka-mereka yang jauh dari keluarga akan mudik ke kampung halamannya. Sehingga tepat pada tanggal 9 Februari 2013 menjadi hari puncak kesibukan lalu lintas nasional Taiwan. Saat ratusan juta pekerja Cina membanjiri kereta, pesawat dan bus jarak jauh untuk pulang ke kampung halaman mereka. Sama halnya dengan pasar tradisonal juga ikut sepi dari aktivitas jual beli, hanya satu atau dua yang memilih untuk berjualan dan dapat diduga bahwa harga-harga barang melunjak dua kali dari harga biasanya. Tak ayal pemandangan ini mengingatkan saya pada tanah air, Indonesia.
Di sisi lainnya, Keceriaan Imlek tidak hanya membawa keceriaan bagi keluarga Cina tapi juga bagi setiap orang. Terutama bagi saya sendiri yang larut dalam keceriaan festival lampion. Festival lampion ini yang selalui menyertai perayaan Imlek. Festival lampion sering diadakan saat Imlek hingga Cap Go Meh.

Di negara Taiwan, perayaan Lantera Festival atau Festival Lampion selalu meriah. Aneka lampion raksasa aneka warna dipamerkan dan membuat suasana malam semakin cantik. Dalam kerumunan festival lampion yang meriah penuh dengan hiasan lampu dan berwarna–warni dan dipenuhi oleh aroma dupa, bunga, nyanyian, persembahan bunga, dan juga makanan ala tahun baru Cina.  

Taiwan juga memiliki beberapa festival rakyat lainnya yang bertepatan dengan dan merupakan bagian dari perayaan Tahun Baru Cina. Semua terbuka untuk umum dan gratis. Festival Lentera adalah cara yang paling populer untuk merayakan akhir Tahun Baru Cina, dari lentera berbentuk binatang, bunga, orang, dan benda-benda lain untuk lentera animasi yang menceritakan kisah-kisah tradisional dengan tema bakti dan tema tradisional lainnya, ada lentera untuk semua orang.

Setiap tahun, sebuah lentera raksasa yang menggambarkan tahun baru cina telah datang dengan gambar tergantung dari shio Cina. Tahun ini shio ular, yang menurut keprcayaan cina adalan tahun yang harus berhati-hati dalam bertindak dan bertingkah laku. 
Meriah megah, penuh dengan kerlipan lampu dan nyanyian-nyayian dalam festival tersebut. Walaupun hari itu malam semakin dingin, tak satu masyarakat pun yang keluar dari arena festival, seolah-olah mereka larut dalam perayaan tersebut.  Ini adalah puncak kunjungan saya ke Taiwan untuk melihat festival-festival lampion tahun baru Cina di negara yang mayoritasnya Cina. Saya berharap dapat kembali lagi di tahun baru Cina selanjutnya. Guo nian hao Taiwanesse.

Tulisan ini ddipublish di atjehpost.

0 comments:

Post a Comment